Post Icon

Cara Cat Body Motor Menggunakan Pilox

Cara Cat Body Motor Menggunakan Pilox 

 

  1. Pengamplasan menggunakan amplas 400. *setiap merk amplas berbeda no ukurannya. 
  2. Gunakan amplas yg tdk terlalu kasar atau tidak terlalu halus dgn air sampai merata.
  3. Cuci sampai bersih dgn sabun/thiner
  4. Pengeringan..usahan body yg mau di cat bebas dari air & debu
  5. Pengecatan sesuai warna yg di inginkan. Catlah tipis terlabih dahulu(hampar)lalu tunggu mengering
  6. Bilaslah hasil pengecatan tipis tsb sampai rata..jgn terlalu tebal agar catnya tdk lumer. Usahakan jarak antara pilok dan body sewaktu pengecatan tdk terlalu dekat/jauh.
  7. Tunggu sampai catnya bener2 kering/jemur
  8. Pengamplasan kembali hasil pengecatan tsb dgn air+sabun dgn menggunakan amplas halus. Kemudian keringkan & bebas debu.
  9. Gunakan pilok pernis/claer utk finishing.
NB:gunakanlah cat pilox yg kwalitasnya baik.

Mungkin itulan sedikit ulasan tentang bagaimana Cara Cat Body Motor Menggunakan Pilox

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

tehnik mengecat motor yang baik dan benar

Tips cara dasar pengecatan

Bgmana cara mengecat helm agar mengkilat dan tdk mudah terkelupas ?
nih ada trik gan....
Yang harus diperhatikan jika ingin cat tidak mudah terkelupas adalah kebersihan bagian yg akan dicat, untuk helm berbahan plastik gunakan ampelas yang halus ( 1000-1200 ) karena bahan plastik konturnya mudah rusak sehingga jika ampelas terlalu kasar permukaan helm nya malah jadi kasar bukannya halus, kalau berbahan Fiber boleh menggunakan yg lebih kasar sedikit.
untuk hasil terbaik sebelum dicat semprotkan dulu Epoxy berguna untuk menutup pori-pori dan menambah daya lekat cat, kalau ada baret yg cukup dalam, harus di dempul dulu sebelum di Epoxy.
halus kan dengan ampelas no.1000 bila Epoxy sudah kering. harap perhatikan jika permukaan helm sudah didempul dan diEpoxy dengan benar dan diampelas dengan merata maka akan terlihat mengkilap dan ini bisa menghasilkan hasil ahir yg sempurna baik dari segi kualitas dan akan sangat mengkilap jika nanti sudah dicat dan di Vernis.
gunakan bahan yg sama (duco),jangan mencampur bahan cat Sintetis seperti Avian dengan cat Akrilik atau polyuretane karena pekerjaan akan berantakan/gagal karena lain bahan lain pula reaksi kimianya.
jika ingin menggunakan cat instan (pylox) gunakan juga dengan merk yg sama kecuali kita sudah tau bahan dasar catnya sama.

Trus gimana cara ngecat motor yang bener agar warnanya kelihatan kinclong,? ?
biasanya yg bikin gak kinclong lg itu salah waktu ngeclear/vernish...
cat sih sesuaiin dgn kondisi dompet aja, cargloss, sikken ato yg murah2 laennya jg gpp tp buat clear/vernish minimal pake sikken...
klo ngecat sendiri sih paling abis cm 250 - 400rb berikut glitter ato cat bunglon

kuncinya di thinner.... 
sebaiknya gunakan thiner mrk impala,gurita atau cobra yang penting jenisnya,
utk cat minimal pake thinner jenis B,
trus utk clear/vernish wajib pake jenis A pengen gampang sih pake jenis A aja semua.
jgn pake thinner biasa ato jenis C soalnya itu buat ngebilas.
soal perbandingan campuran itu tergantung kebiasaan yg ngecat biasa encer ato langsung tebel biasanya 1 : 3 – 5
untuk pengecatan cara hemat :
1. ampelas area yg akan d cat smp bersih.
2. dasari dgn epoxy di usahakan jgn terlalu tipis/tebel ( camp. epoxy+hardener+tiner A ).
3. ampelas kembali setelah lap. epoxy kering smp halus.
4. cat dasar bisa warna putih/silver ( camp. cat dasar+tiner ND = 1 : 0.5 )
5. cat warna sesuai dgn keinginan,di usahakan sampai 3x lapis agar warna yg d hasilkan max ( camp. cat warna + tiner ND = 1 : 0.5 )
6. setelah kering baru lap. clear di usahakan pk clear yg bermutu dan d semprot smp 3-5 lapis krn daya tahan mutu dan warna di tentukan oleh clearnya ( camp. clear + hardener + tiner acrilic = 1 : 0.1-0.4 )
7. untuk proses pengeringan di usahakan jgn jemur langsung di terik matahari cukup d anginkan saja.
8. merk cat bisa platinum/danaglos dll.

untuk pengecatan cara hebat :
1. ampelas area yg akan d cat smp bersih.
2. dasari dgn epoxy di usahakan jgn terlalu tipis/tebel ( camp. epoxy+hardener+tiner A ).
3. ampelas kembali setelah lap. epoxy kering smp halus.
4. cat dasar bisa warna silver ( camp. cat dasar+tiner acrilic = 1 : 0.3 )
5. cat warna sesuai dgn keinginan,di usahakan sampai 4x lapis agar warna yg d hasilkan max ( camp. cat warna + tiner acrilic = 1 : 0.3 )
6. setelah kering baru lap. clear di usahakan pk clear yg bermutu dan d semprot smp 3-5 lapis krn daya tahan mutu dan warna di tentukan oleh clearnya ( camp. clear + hardener + tiner acrilic = 1 : 0.1 )
7. untuk proses pengeringan di usahakan jgn jemur langsung di terik matahari cukup d anginkan saja.
8. merk cat bisa lenosal/blinken/sikkens/spieshecker.
9. klo bisa mulai pemilihan epoxy-thiner-cat-clear 1 merk,compresor min 1 PK,spray gun.
Dasar pengecatan vespa

1. Dimulai dengan memperhatikan tingkat simetris vespa dan kelengkungan tiap lekukannya. Setelah vespa dipreteli, pasang dop dan spakbor ga usah dilepas. Dimulai dengan mengetok bagian body yang kurang simetris menjadi simetris dan ketok pula kelengkungan lekuk di bodi, asalkan tidak keluar dari garis lengkung yang diinginkan. Perhatikan spakbor dan dop ketika dipasang, sesuaikan lubang dan penahan dop tutup mesin jangan sampai melengkung ketika dipasang, diteruskan dengan menyesuaikan posisi baut pengikat bagasi agar ketika bagasi dipasang simetris dengan tutup mesin.
Sempurnakan dengan mengetok lekukan kecil terutama bagian yang cembung dengan cara diketok palu. Agar rapi gunakan kayu datar sebagai alas permukaan yang diketok, bila perlu gunakan pula kayu datar dibelakang permukaan yang diketok.

2. Tahap berikutnya menentukan apakah cat dan dempul akan dibuang seluruhnya atau hanya sebagian. Bila sebagian, perhatikan bagian yang cembung dan daerah sekitar karat. Congkel bagian yang cembung atau terkelupas dan sudah berkarat sampai terlihat bagian terluar dari karat. Ketok pelan di bagian yang dicurigai ada karat dibawahnya dengan menggunakan objeck yang kecil. Bila suara yang keluar tidak seperti dari benda padat, congkel bagian tersebut sampai ditemukan karat.

3. Jika terdapat lubang atau sobekan, maka harus di las. Las pada tahap ini.
Tips : Jangan pernah vespa di las ketika tidak simetris karena hasil las akan mengunci ketidak simetrisan bahan.

4. Dilanjutkan dengan tahap pengamplasan. Gunakan amplas dengan nomor kecil seperti 80 atau sikat baja bila perlu untuk mempercepat pengerjaan. Gunakan amplas lebih halus semisal no 240 ( kurang lebih )untuk penghalusan sampai besi yang terbuka bersih dari karat.
Tips : Pengamplasan di tahap ini tidak boleh menggunakan air. Bagian besi yang terbuka harus bersih dari air ataupun minyak. Jangan membiarkan besi terbuka terlalu lama sampai tahap pengecatan dasar. Bila lewat dari 6 jam di tahap ini ulangi pengamplasan dengan amplas halus/240 sampai besi terlihat mengkilap dan bersih.

5. Tahap pengecatan dasar menggunakan epoxy atau meni. Setelah permukaan dilap bersih semprot dengan cat epoxy/ meni secara merata. Tips : Campuran thinner dan epoxy jangan terlalu encer. Aduk dahulu epoxy atau meni yang ada di kaleng cat sampai bagian yang mengendap tercampur merata. Pengecatan dasar yang baik terlihat dari warna yang flat/ dop dan ketika diraba permukaannya kasar. Setelah cat dasar kering amplas lagi dengan amplas no 360 ( kurang lebih ) sampai permukaan halus ketika diraba dan bintik pori hilang/ sangat kecil. jemur/panaskan bagian yang akan dicat agar cat lebih menempel. Bila bagian cat dasar ada yang habis diamplas, cat lagi dengan epoxy pada permukaan itu saja, dan haluskan ketika kering. Penting bahwa semua permukaan besi yang terbuka harus tertutup epoxy.

6. Tahap berikutnya adalah pendempulan. Dempul bagian yang penyok dengan bidang lebih besar dari bidang yang penyok. Pendempulan yang baik sama dengan pengecatan yaitu dilakukan berlapis.
Tips : Untuk penyok yang berdekatan lebih baik didempul pada satu bidang yang besar. Pencampuran hardner pada dempul harus memperhatikan cuaca sekitar. Perbanyak hardner ( warna oranye ) bila cuaca terlalu dingin. Ketika membuka kaleng dempul baru, aduk resin dempul sampai rata jangan terlihat seperti ada minyak diatasnya. Bila dempul yang diinginkan lebih keras , campurkan resin fiberglass secukupnya sesuai yang diinginkan.
Gunakan object datar dan tidak keras ( seperti sendal jeit bekas ) sebagai pegangan amplas ( amplas ditaruh diatasnya ) agar pengamplasan dempul di bagian datar atau dengan kelengkungan lebar tidak bergelombang. Pengamplasan dilakukan ketika dempul cukup kering dan belum terlalu keras agar lebih mudah dan cepat pengerjaannya. Gunakan isolasi untuk membentuk nat atau lekukan. Bila belum terbiasa mendempul aduk adonan dempul sedikit saja agar tidak kering sebelum dipakai.

7. Pengamplasan dempul awal agar cepat, gunakan amplas kasar misal no 80 bila perlu pembentukan dempul menggunakan sikat baja kecil yang tajam agar lebih cepat. Bila bentuk sudah mendekati yang diinginkan gunakan amplas kasar kembali. Pengamplasan harus menggunakan air , bersihkan amplas secara berkala di air dan juga permukaan yang diamplas. Bila sudah terbentuk gunakan amplas no 240 sampai permukaanya halus dan tidak ada baret bekas sikat baja atau amplas kasar. Ulangi pendempulan bila masih terdapat kekurangan.

8. Tahap pengecatan dasar akhir. Cat kembali seluruh permukaan dengan menggunakan epoxy secara merata. Gunakan teknik yang sama seperti pengecatan dasar sebelumnya. Jangan lupa amplas sampai halus ketika cat sudah kering.
Tips : Lakukan pengamplasan setiap tahap pengecatan.

9. Ketika seluruh permukaan yang tertutup epoxy sudah halus dan bersih ( gunakan lap bersih untuk membersihkan, hidari bekas minyak atau sabun/deterjen pada lap) persiapan pengecatan warna bisa dimulai. Campur cat dengan thinner jangan terlalu encer. Mulai dilakukan pengecatan pertama.
Tips : jarak antara airgun dengan permukaan akan tergantung dari kekuatan angin yang disemprotkan. Tidak perlu menggunakan tekanan angin yang terlalu besar sebab hanya mengakibatkan pemborosan. Campuran cat dan thinner jangan terlalu encer agar cepat menutup. Campuran thinner dan cat berikutnya semakin encer agar lebih rapi.

10. Amplas permukaan setelah kering. Gunakan amplas sedang ( kurang lebih 240 ) sampai permukaan terlihat halus dan bintik pori hilang/ cukup kecil. Selalu gunakan air ketika mengamplas. Ulangi pengecatan1 atau 2 kali lagi atau sampai warna merata dan dirasakan cukup.
Tips : Untuk warna2 terang, setelah epoxy terakhir cat permukaan dengan warna perak agar warna yang dihasilkan lebih cerah. Tidak perlu menggunakan thinner yang baik sampai tahap pengecatan warna paling akhir. Untuk warna cerah semakin bagus kualitas thinner semakin cerah warna yang dihasilkan. Untuk warna merah dan kuning bila ingin hasil yang optimal, setelah pengecatan dengan warna perak, dilanjutkan dengan cat warna putih sampai cukup merata ( tidak usah sampai benar2 rata ) baru pengecatan warna tersebut dapat dilakukan.

11. Setelah pengecatan warna tahap akhir dan kering, amplas kembali permukaan sampai halus dan bintik pori hilang/ cukup kecil. Pada tahap ini dan selanjutnya gunakan amplas yang lebih halus semisal no 360. Bersihkan permukaan bila perlu menggunakan air dan shampo motor atau sabun yang mampu menghilangkan lemak ( seperti sabun cuci piring ). Pastikan bekas sabun benar2 hilang dan semua permukaan bersih sebelum tahap pengecatan clear/ vernish.

12. Campur clear/gloss dan thinner jangan encer untuk pengecatan gloss awal. Cat seluruh permukaan.
Tips : Cat seluruh permukaan dengan merata dan sedikit lebih tebal. Jemur /panaskan bagian yang akan dicat sampai hangat/panas. Pindahkan bagian yang akan dicat ke tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Pengecatan dilakukan ketika permukaan mulai dingin/ sedikit hangat. Pengecatan harus searah dan tertib mulai tahap ini. Artinya pengecatan jangan lompat2. Ketika mulai dari depan, teruskan pengecatan sampai belakang kemudian stop. Jangan menggunakan tekanan angin yang besar mulai tahap ini karena hasil yang didapat bisa agak buram.Pengecatan tahap ini lebih baik dilakukan di tempat yang anginnya kecil. Biarkan vespa di tempat teduh sampai riak vernish berkurang dan cukup kering. Pindahkan ke tempat panas bila sudah cukup kering dan aman dipindahkan.

13. Seperti biasa setelah kering amplas permukaan sampai halus. Lakukan langkah ini beberapa kali sampai dirasa cukup. Untuk pengecatan clear/gloss tahap terakhir, campuran di buat jangan terlalu encer dan tidak sekental yang pertama. Cat secara merata dan sedikit agak tebal. Pastikan pengecatan di tahap ini tidak ada kesalahan/ sangat minimal. Setelah selesai tahap ini bagian yang dicat harus dikeringkan sampai benar2 kering agar hasil yang dicapai maksimal. Sebagai acuan bila matahari cukup terik, jemur motor minimal 3 sampai 4 hari. Usahakan jangan terkena sejenis minyak atau bahan yang bersifat asam ( termasuk pula sabun/shampo).

14. Ketika sudah benar2 kering tahap finishing bisa dilakukan. Amplas seluruh permukaan sampai halus dan warna menjadi buram dengan menggunakan amplas no 1500 dan air. Bersihkan bagian yang dicat dengan lap kering dan jangan ditekan.

15. Cukup gunakan compound putih untuk tahap berikutnya. Lakukan penggosokan cat dengan compound sampai cat terlihat mengkilat.
Tips : Gunakan kain lembut khusus buat compound. Ketika menggosok permukaan, gosok permukaan secara sejajar bolak balik dan tekan dengan cukup kuat. Tambahkan compound ketika penggosokan dilakukan untuk hasil yang maksimal dan mempercepat kerja.

16. Cuci dengan shampo motor/ sabun anti lemak sampai bersih kemudian keringkan. Bila masih ada bagian yang buram, ulangi penggosokan dengan compound di bagian tersebut. Ulangi pencucian bila sudah beres.

17. Tahap terakhir finishing. Bersihkan permukaan dengan lap bersih dan kering. Oleskan san poly dengan merata di seluruh permukaan. Gunakan lap bersih ketika mengoleskan dan jangan ditekan. Biarkan poles cukup kering kemudian lap dengan lap kering dan bersih sampai mengkilap ( lap baru bukan bekas mengoleskan san poly).

18. Cuci kembali dengan shampo motor dan keringkan dengan lap. Setelah ini baru kita bisa menggunakan poles yang diinginkan.
Tips : Gunakan poles dengan bahan silikon jangan compound. Tidak perlu lagi dilakukan pencucian setelah pemolesan di tahap ini. Bila perlu gunakan poles dengan base teflon agar hasil lebih maksimal.
thk..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

komponen karburator


komponen karburator 

 


 1. Tabung Skep.
 
Berfungsi membuka lubang venturi, sehingga udara yang dibutuhkan makin besar. dalam tabung skep terdapat pegas yg berfungsi untuk mengembalikan tabung Skep ke posisi semula saat handle gas di lepas.
2. Jarum skep / Jet needle

 
3. Main Jet


Berfungsi untuk mensuplai bahan bakar di saat mesin putaran tinggi.
4. Pilot Jet


Berfungsi buat mensuplai bahan bakar di putaran rendah (stasioner) hingga 4.000 rpm. Saat gas di tarik suplai pun berangsur hilang dan beralih ke Main jet yg akhirnya digantikan secara penuh oleh main jet di putaran atas.


Jarum skep ini berada di dalam tabung Skep tugasnya membuka debit bahan bakar, semakin terangkatnya jarum skep, maka debit bahan bakar yang masuk ke venturi semakin banyak. Jarum skep memiliki setelan klip. Jika posisi klip semakin di bawah, bahan bakar semakin boros. begitu juga sebaliknya. 
5. Idle Screw



Idle screw bertugas menaikkan atau menurunkan rpm engine. Semakin ke dalam (di putar ke kanan), baut akan mendorong tabung skep naik ke atas.6. Air screw


Bekerja mengatur campuran udara dan bahan bakar ideal. Setiap motor punya setelan berbeda. Tapi, biasanya 2 hingga 2,5 putaran setelah ditutup habis.
7. Pelampung & Jarum pelampung ( Float & Float valve)


Kedua part ini berfungsi sebagai keran buka-tutup aliran bensin dari tangki bahan bakar.
Ketika bensin di mangkuk karbu penuh, maka jarum yg berada di lidah pelampung akan menutup aliran bensin yang masuk. Di dalam mangkuk juga terdapat pipa yang tugasnya membuang bensin yang penuh di mangkuk.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

dial indikator (dial gauge)

ALAT UKUR TEKNIK :Dial indikator ( dial gauge)

Alat ukur dalam dunia teknik sangat banyak. Ada alat ukur pneumatik, mekanik , hidrolik maupun yang elektrik. Termasuk dalam dunia otomotif, banyak juga alat ukur yang sering digunakan. Dalam hal ini kita akan membahas DIAL GAUGE.
DIAL GAUGE atau ada yang menyebutnya dial indicator adalah alat ukur yang dipergunakan untuk memeriksa penyimpangan yang sangat kecil dari bidang datar, bidang silinder atau permukaan bulat dan kesejajaran. Konstruksi sebuah alat dial indikator seperti terlihat pada gambar di atas, terdiri atas jam ukur (dial gauge) yang di lengkapi dengan alat penopang seperti blok alas magnet, batang penyangga, penjepit, dan baut penjepit.

CARA PEMBACAAN DAN PENGGUNAAN ALAT
Saat akan digunakan dial indikator tidak dapat digunakan sendiri, tapi memerlukan kelengkapan seperti di atas yang harus diatur sedemikian rupa pada saat pengukuran. Posisi dial gauge harus tegak lurus terhadap benda kerja yang akan diukur.
Pada dial indikator terdapat 2 skala. Yang pertama skala yang besar (terdiri dari 100 strip) dan skala yang lebih kecil. Pada skala yang besar tiap stripnya bernilai 0,01 mm. Jadi ketika jarum panjang berputar 1 kali penuh maka menunjukkan pengukuran tersebut sejauh 1 mm. Sedangkan skala yang kecil merupakan penghitung putaran dari jarum panjang pada skala yang besar.
Sebagai contoh, jika jarum panjang pada skala besar bergerak sejauh 6 strip dan jarum pendek bergerak pada skala 3 maka artinya hasil pengukurannya adalah3,06 mm. Pengukuran ini diperoleh dari :
skala pada jarum panjang dibaca : 6 x 0,01 mm = 0,06 mm
skala pada jarum pendek dibaca : 3 x 1 mm = 3 mm
maka hasil pengukurannya adalah 0,06 mm + 3 mm = 3,06 mm.

Skala dan ring dial indikator dapat berputar ke angka 0 agar lurus dengan penunjuk. Penghitung putaran ukur jam berfungsi menghitung jumlah putaran penunjuk. Yang perlu diperhatikan dalam menggunakan dial indicator adalah keadaan permukaan benda yang akan diukur harus bersih, posisi spindel dial (ujung peraba) tegak lurus pada permukaan komponen yang diperiksa, dan metode pengukuran yang digunakan.
Metode Pengukuran
1. Letakkan V-block di atas plat datar dan letakkan poros di atas block.
2. Sentuhkan spindel dial gauge pada permukaan poros. Aturlah tinggi dial gauge lock sedemikian rupa sehingga menyentuh permukaan poros.
3. Putarlah poros perlahan-lahan dan temukan point pada permukaan pembacaan paling kecil. Putarlah outer ring sampai penunjukkan pada "0".
4. Putarlah poros perlahan-lahan. Bacalah jumlah gerakan pointer.

Adapun metode pengukuran yang digunakan dial indikator adalah sebagai berikut:
(a) benda kerja yang dipindahkan, dial indikator tetap pada posisi diam.
(b) Dial indikator yang dipindahkan, benda kerja tetap pada posisi diam.
(c) Benda kerja diputar, dial indikator tetap pada posisi diam.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Alat Ukur Mikrometer

Menjelaskan tentang pengertian dan bagian-bagian Mikrometer.



Bagian-bagian mikrometer;
1. Landasan
2. Rahang ukur
3. Poros Geser
4. Klem
5. Tabung ukur
6. Tabung Putar(Timble)
7. Skala Nonius
8. Skala ukuran
9. Ratset
10. Rangka atau Frame

Bentuk Mikrometer
Mikrometer dirancang dengan bentuk yang bermacam-macam, di sesuaikan dengan fungsinya. mikrometer luar mempunyai bentuk rangka menyerupai huruf C dengan rahang ukur yang dapat di geser atau di setel dan di lengkapi dengan skala ukuran, skala nonius tabung putar, dan ratset seperti terlihat pada gambar diatas.

Fungsi Mikrometer
Mikrometer adalah suatu alat ukur presisi dengan ketelitian yang akurat dan berfungsi untuk mengukur celah dari suatu benda kerja. Benda kerja merupakan suatu produk hasil pekerjaan pemesinan, misalnya produk dari pekerjaa mesin bubut, mesin frais, mesin gerindra dan semacamnya.
Ketelitian dari mikrometer dapat mencapai angka 0,10mm s.d. 0,001mm. Mikrometer terbuat dari bahan yang terpilih dengan pengerjaan yang sangat teliti dan standar.

Cara Membaca Alat Ukur Mikrometer
Contoh Pembacaan;
1. Pada tabung ukur 17 mm
Pada tabung putar 0,92 mm
ukurannya adalah 17,92 mm
2. Pada tabung ukur 12 mm
Pada tabung putar 0,90 mm
ukurannya adalah 12,90 mm

Pembacaan Mikrometer

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Jangka Sorong

Jangka Sorong.



Jangka sorong biasanya digunakan untuk mengukur diameter dalam, diameter luar dan kedalaman dari suatu benda.

Bagian terpenting dari jangka sorong sebagai berikut.
  1. Rahang tetap, memiliki skala panjang yang disebut skala utama
  2. Rahang geser, memiliki skala pendek yang disebut nonius atau vernier.
Jangka sorong memiliki skala nonius dengan panjang 9 mm dan dibagi atas 10 bagian yang sama. Pembagian ini mengakibatkan beda satu bagian skala nonius dan satu bagian skala utama adalah 0,1 mm atau 0,01 cm. dengan demikian skala terkecil jangka sorong adalah 0,1 mm.
Bagaimanakah cara menggunakan sebuah jangka sorong untuk mengukur panjang suatu benda? Agar kalian dapat menggunakan jangka sorong secara baik dan benar, simaklah langkah-langkah ini.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Daftar Peralatan dan Perlengkapan Bengkel

NO
NAMA ALAT
FUNGSI
CARA MENGGUNAKAN
1.
Tang    :
a)      Tang Pemotong

Fungsinya untuk memotong kawat, kabel plastik, dan fiber tipis.
Dalam menggunakan tang, terlebih dahulu harus meletakkan paku atau kabel dan barang lainnya diantara kedua pisau penjepit lalu mulai menggerakkan bagian gagang tang dengan cara menekannya seperti saat menggunakan gunting sehingga dapat memotong kabel , mengambil paku , mengencangkan atau mengendorkan baut dan sebagainya .
b)      Tang Cucut
Berfungsi sebagai penjepit kawat atau kabel dan dapat dimanfaatkan bagian dalam rahang yang tajam sebagai pemotong kabel.
c)      Tang Kombinasi
Ujung rahang yang bergerigi rapat, untuk menjepit kawat atau kabel. Di tengahnya, bagian yang bergerigi renggang, untuk mengunci mur. Rahang tajam sebagai pemotong kawat dan kabel.
d)     Tang Kakatua
Fungsinya sebagai pemotong kawat dan kabel.
e)      Tang Multifungsi
Fungsinya sama dengan tang kombinasi , selain itu di gagangnya terdapat pisau, gergaji, obeng, pembuka tutup botol, dan pembuka tutup makanan kaleng.
f)       Tang Sudut
Fungsinya untuk menjepit kawat dan kabel yang sulit dijangkau, seperti di kolong meja.
g)      Tang Pengelupas Kabel
Bagian rahang sebagai penjepit kabel. Di bawah rahang yang tajam sebagai pemotong kabel. Di gagang yang bergerigi untuk mengelupas kabel.
h)      Tang Buaya
Berfungsi untuk mengunci dan melepas baut.
Jika ukuran baut besar, tang dapat diatur sesuai ukuran baut. Carannya, lebarkan kedua tungkai, lalu kunci dengan sekrup pengatur sekaligus pengunci yang ada di ujung atas tungkai. Jika ingin mengubahnya lagi, cukup melepaskan tuas di bagian tungkai bawah.
2.
Obeng    :
a)      Obeng Elektrik

Untuk mengencangkan atau mengendurkan baut .

Dalam menggunakan obeng elektrik, cukup menekan tombol start, maka obeng akan langsung memutar baut, hal ini di karenakan obeng elektrik menggunakan energy listrik yaitu baterai.
b)      Obeng Lengkung (Lentur)
Untuk memutar baut pada tempat yang tidak bias di jangkau oleh obeng biasa seperti pada sudut almari .
Putar sekrup baut bengan ujung obeng untuk mengencangkan atau mengendorkan baut .
c)      Obeng Bermagnet
Untuk menarik baut yang terjatuh dan tidak dapat di jangkau dengan tangan.
Dekatkan ujung obeng pada pada sekitar tempat baut jatuh .
d)     Obeng Aksesori
Obeng ini khusus berfungsi untuk memutar sekrup yang melekang pada benda-benda aksesori , seperti kacamata , arloji dan handphone .
Putar sekrup dengan ujung obeng , sebaiknya diputar tidak terlalu keras agar tidak merusak aksesori.
3.
Kikir
Untuk menghaluskan atau mengikir permukaan benda terutama yang terbuat dari kayu .
Dengan cara mengikirkan alat tersebut pada benda yang akan di haluskan permukaannya .
4.
Kuas
Untuk mengolesi permukaan benda dalam keadaan rapat/berkarat agar licin sehingga dapat diselesaikan dengan dengan mudah , seperti pelepasan mur yang berkarat dari bautnya .
Dengan cara mengolesi benda menggunakan rambut kuas yang sebelumnya sudah di beri air .
5.
Lup ( Kaca Pembesar )
Untuk melihat dan mengamati benda yang sangat kecil .
Dengan cara mendekatkan Lup pada benda yang ingin di lihat agar dapat terlihat oleh mata .
6.
Penghisap Timah
Untuk melepaskan timah bekas solderan .
Dengan cara menghisap timah bekas solderan pada papan PCB .
7.
Penitik
Untuk membuat tanda atau titik pada suatu benda dalam proses pengukuran.
Dengan cara member tanda pada benda menggunakan penitik.
8.
Solder
Untuk menyolder timah dalam prose penyolderan atau pemasangan komponen .
Dengan cara melelehkan timah menggunakan ujung solder yang telah dipanaskan dan merekatkan timah tersebut pada komponen yang akan dipasang .
9.
Bor Listrik
Untuk memberi lubang pada suatu benda .
Tekan tombol ON pada bor , lalu mulai lakukan pelubangan dengan bor .
10.
Mata Bor  :
a)      Twist Bits

Mata bor ini bisa untuk membuat lubang pada bahan kayu, plastik atau logam.

Dengan cara memasang mata bor pada bor agar dapat digunakan untuk melubangi benda .
b)      Masonry Bits
Dirancang untuk membuat lubang pada tembok, beton atau batu.
c)      Countersink Bits
Berfungsi untuk membuat lubang 45° terhadap permukaan kayu agar permukaan sama rata dengan kayu.
d)     Forster Bits
Berfungsi untuk membuat lubang engsel sendok.
11.
Palu
Untuk mengencangkan atau menancapkan paku pada benda.
Dengan cara memukulkan palu pada ujung tumpul paku .
12.
Gergaji
Untuk memotong suatu benda yang keras .
Dengan cara menarik dan mendorong gagang gergaji sehingga benda dapat terpotong karena gesekkan dari gerigi yang tajam .
13.
Tespen
Untuk mendeteksi atau memeriksa ada atau tidaknya arus serta tegangan listrik di lubang stopkontak .
Dengan cara memeriksa satu persatu lubang topkontak menggunakan ujung tepen yang bentuknya menyerupai obeng dan dalam waktu yang beramaan tekan tombol pada ujung gagang tespen . Apabila lampu tespen menyala , maka pada lubang stopkontak tersebut terdapat tegangan listrik.
14.
Amperemeter
Untuk mengukur arus listrik.
Dengan cara memasang amperemeter pada rangkaian listrik yang akan diukur arusnya.
15.
Voltmeter
Untuk mengukur tegangan listrik.
Dengan cara memasang voltmeter pada rangkaian listrik yang akan diukur besar tegangannya.
16.
Ohm meter
Untuk mengukur besarnya hambatan listrik.
Dengan cara memasang ohm meter pada rangkaian listrik yang akan di ukur besar hambatan atau resistansi listriknya.
17.
Multimeter/Avometer :

a)      Multimeter Analog
b)      Multimeter Digital
Untuk mengukur besarnya tegangan , arus , serta hambatan listrik , selain itu multimeter juga dapat digunakan untuk beberapa fungsi seperti mengukur temperatur, induktansi, frekuensi, dan sebagainya.
Dengan cara memasang multimeter pada rangkaian listrik.
18.
Kunci  :
a)      Kunci Pas

Kunci pas digunakan untuk memutar baut kepala segi enam dengan ukuran tertentu sesuai dengan ukuran kepala baut.
Dengan cara memasukkan baut pada lubang kunci dan memutarkan kunci untuk mengencangkan atau mengendotkan baut.

b)      Kunci Ring
Kunci ini digunakan untuk membuka baut kepala segi enam yang mempunyai 12 sudut kunci pada tempat-tempat yang sempit.
Dengan cara memasukkan baut pada lubang kunci dan memutarkan kunci untuk mengencangkan atau mengendotkan baut.
c)      Kunci Ellen
Digunakan untuk memutar baut dengan kepala socket yang berbentuk segi enam.
Dengan cara memasukkan baut pada lubang kunci dan memutarkan kunci untuk mengencangkan atau mengendotkan baut.
d)     Kunci Socket
Pada satu set kunci socket mempunyai berbagai macam ukuran, untuk memutarkan socket pada kunci ini digunakan batang pemutar khusus yang dimaksudkan pada kunci socket. Pada bagian socket kunci ini mempunyai sudut segi duabelas beraturan.
Dengan cara memasukkan baut pada lubang kunci dan memutarkan kunci untuk mengencangkan atau mengendotkan baut.
e)      Kunci Pipa
Kunci ini digunakan untuk memegang benda yang berbentuk bulat, baik pejal maupun berbentuk pipa. Pada bagian tangkainya terdapat baut pengatur kedudukan rahang.
Dengan cara memasukkan baut pada lubang kunci dan memutarkan kunci untuk mengencangkan atau mengendotkan baut.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS